Keajaiban Flores Nan Historikal

Flores adalah satu dari empat pulau besar yang terletak di propinsi Nusa Tenggara Timur. Berada tak jauh dari Timor, bekas daerah koloni Portugis, Flores pun mendapat pengaruh yang cukup kental dari bangsa Portugis. Mayoritas penduduk asli Flores menganut agama Katolik, sehingga tidaklah mengherankan jika ditemukan tempat-tempat historikal bernuansa Kristiani di pulau yang terkenal dengan danau Kelimutu dan hewan langka komodo ini. Berikut ini adalah beberapa tempat wisata yang dapat Anda nikmati di sana :

GEREJA TUA SIKKA


photo by detiktravel.com

Berusia lebih dari satu abad, gereja tua ini masih berdiri tegak di Sikka Natar. Adalah pastor Y. Engbers dari serikat Jesuit yang bekerja sama dengan raja Sikka Yoseph Mbako II Ximenes da Silva yang berperan dalam pembangunan gereja ini, tentunya didukung oleh warga Sikka pada tahun 1899.

Ciri khas yang menarik dari bangunan gereja yang berada di pesisir pantai ini adalah dinding gereja yang dilukis dengan motif tenun ikat Sikka. Di dalam gereja ini juga terdapat prasasti untuk mengenang pastor Le Cocq D’Armandville SJ, sang misionaris perintis di Sikka.

KELIMUTU


photo by travelingguideinfo.com

Di bagian Selatan pulau Flores terdapat Kawasan Konservasi Alam Kelimutu, tepatnya di kabupaten Ende. Di sanalah terletak gunung Kelimutu, gunung berapi yang terkenal dengan tiga danau kawah di puncaknya. Ketiga danau tersebut memiliki warna yang berbeda, yaitu merah, biru dan putih sehingga dinamakan Danau Tiga Warna. Warna warni tersebut seringkali berubah seiiring berjalannya waktu.

Van Such Telen, seorang warga negara Belanda yang pertama kali menemukan kawasan ini pada tahun 1915. Kemudian beliau menceritakan pengalamannya itu melalui tulisan pada tahun 1929. Sejak itulah mulai berdatangan wisatawan untuk menyaksikan langsung keajaiban Kelimutu.

Kawasan Kelimutu ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Alam Nasional sejak Februari 1992.

PATUNG KRISTUS RAJA


photo by panoriamio.com

Patung setinggi 12 meter ini terletak di Maumere, kota terbesar di Flores. Dibangun pada tahun 1925 pada masa pemerintahan Raja Don Thomas da Silva, patung ini sempat rusak akibat bom sekutu pada akhir Perang Dunia II namun kemudian dibangun kembali pada tahun 1989. Ketika Paus Yohanes Paulus II berkunjung ke Maumere di tahun yang sama, beliau didaulat untuk memberkati patung ini. Hingga kini patung Kristus Raja menjadi simbol ke-Katolik-an penduduk Maumere.

LABUAN BAJO


photo by tripodadvisorindonesia.com

Terletak di pantai Barat pulau Flores, Labuan Bajo dulunya hanya sebuah kota nelayan kecil. Namun sejak keindahan laut di pulau Kanawa dan pulau Seraya di dekat kota ini terekspos oleh masyarakat luas, Labuan Bajo kian ramai dikunjungi oleh wisatawan manca negara. Ditambah lagi dengan adanya populasi hewan langka komodo yang berada di pulau Komodo dan pulau Rinca, di mana untuk mencapai lokasi tersebut para wisatawan harus melalui kota ini.

Pantai di sekitar Labuan Bajo berpasir putih dan dikelilingi oleh pemandangan alam yang sangat indah. Bagi wisatawan yang tidak ingin menikmati pengalaman diving atau snorkeling , dapat menikmati keindahan terumbu karang di sana.

Jadwal ziarah & wisata Flores 2011 :

Flores – Komodo : 16 – 23 Agustus 2011

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Raptim Tours & Travel di nomor telepon atau alamat yang tercantum di website ini.

Beri komentar:

Email anda tidak akan ditampilkan. Kotak dengan tanda (*) wajib diisi

*


× 5 = ten