Tanah Suci Sebagai Saksi Sejarah Meleburnya Berbagai Budaya Dan Keyakinan

Bagi umat Kristen, Tanah Suci adalah tempat yang patut dikunjungi dalam rangka memperkuat iman kepada Tuhan Yesus melalui pengalaman spiritual. Namun sesungguhnya Tanah Suci memberikan lebih dari sekedar pengalaman spiritual bagi umat Krsiten karena di sana banyak “terpatri” peristiwa penting yang terjadi ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu yang melibatkan berbagai bangsa dan keyakinan. Berikut ini adalah beberapa tempat wisata yang dapat menyentuh hati bahkan memberi arti baru tentang kehidupan kepada mereka yang mengunjunginya :

Kapernaum


photo by scriptures.lds.org

Kapernaum, terletak di tepi laut utara Danau Galilea, adalah sebuah desa nelayan besar pada masanya. Lokasinya di persimpangan rute-rute perdagangan membuat desa ini ramai. Sebagian bangunan di Kapernaum dibangun oleh para tentara Romawi, berupa pemandian, fasilitas penyimpanan dan banyak bangunan umum lainnya.

Desa yang berjarak sekitar 4 km dari sungai Yordan ini adalah tempat bersejarah bagi umat Kristen. Tuhan Yesus kerap memberikan kotbah bagi para penduduk Kapernaum dan melakukan berbagai mujizat penyembuhan. Diyakini bahwa Petrus, Andreas, Yakobus dan Yohanes dahulu tinggal di desa ini.

Sayangnya, meski telah banyak mujizat diperbuat oleh Tuhan Yesus, masih banyak orang di sana yang tidak percaya kepadaNya dan menolakNya. Yesus pun mengutuk desa Kapernaum yang kemudian jatuh dan menjadi tak berpenghuni kurang lebih seribu tahun yang lalu.

Para arkeolog kemudian menemukan reruntuhan Kapernaum pada awal tahun 1800. Saat ini Kapernaum dikenal dengan nama Kefar Nahum (bahasa Ibrani), dihuni oleh Biara Fransiskan dan sebuah Gereja Ortodoks Yunani.

Tembok Ratapan


photo by newdesktopwallpapers.info

Tembok Ratapan dahulu dikenal sebagai Tembok Barat, dengan panjang asli sekitar 485 meter. Setelah Israel diserbu oleh tentara Romawi pada tahun 70 Masehi, tembok ini hanya tersisa 60 meter.

Tembok yang merupakan sisa dinding Bait Suci di Yerusalem yang dibangun oleh raja Salomo (Sulaiman), putra Daud ini merupakan tempat suci bagi kaum Yahudi dan Muslim. Kaum Yahudi percaya bahwa sisa tembok yang tidak hancur adalah karena di sana tempat berdiam Yahwe, sedangkan kaum Muslim percaya bahwa Nabi Muhammad S.A.W berangkat ke surga dari tempat tersebut.

Disebut Tembok Ratapan oleh kaum Yahudi karena di situ mereka berdoa dan menyatakan penyesalan atas dosa-dosa mereka seraya meratapi hancurnya Bait Suci. Terdapat sebuah pagar untuk memisakan laki-laki dan perempuan di sana karena menurut kaum Yahudi Ortodoks mereka tidak boleh berdoa bersama.

Gereja Nativity


photo by abcdbethlehem.org.uk

Gereja Nativity adalah gereja tertua di dunia yang masih beroperasi hingga saat ini. Terletak di Betlehem, struktur bangunan gereja ini dibangun di atas gua tempat kelahiran Tuhan Yesus.

Basilika pertama dari gereja ini dibangun pada tahun 327 hingga 333 atas prakarsa Santa Helena, ibunda Kaisar Konstantin I. Pada tahun 529 dibakar habis semasa revolusi Samaria, kemudian dibangun kembali oleh kaisar Justinian I pada tahun 565. Selama bertahun-tahun kompleks gereja ini terus dikembangkan hingga mencapai 12.000 m2.

Saat ini gereja Nativity dikelola bersama oleh pihak berwenang dari Katolik Roma, Ortodoks Yunani dan Apostolic Armenia.

Sinagoga Ben Ezra


photo by lessing-photo.com

Sinagoga Ben Ezra adalah sebuah situs penting bagi kaum Yahudi yang terletak di Coptic Cairo, Mesir. Awalnya, Ben Ezra dibangun sebagai gereja namun kemudian terpaksa dijual kepada seorang Yahudi bernama Abaraham Ben Ezra pada tahun 882 guna membayar pajak yang ditetapkan oleh penguasa Muslim di masa itu.

Ben Ezra telah direstorasi dan direnovasi berulang kali selama berabad-abad. Pada suatu saat, ditemukan sebuah Geniza, yaitu tempat penyimpanan kitab suci dan gulungan Torah. Ribuan dokumen dari abad pertengahan ditemukan di situ.

Sinagoga yang didekorasi dengan motif flora bergayaTurki ini mempunyai dua lantai. Lantai bawah khusus untuk kaum laki-laki dan lantai atas khusus untuk kaum perempuan. Hingga kini sinagoga Ben Ezra menjadi tempat bersejarah yang paling sering dikunjungi kaum Yahudi di Kairo.Tradisi setempat meyakini tempat ini sebagai tempat di mana bayi Musa diangkat dari sungai oleh permaisuri Firaun.

Jadwal ziarah & wisata Holy Night in Holy Land 2011 : 20 – 31 Desember.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Raptim Tours & Travel di nomor telepon atau alamat yang tercantum di website ini.

Beri komentar:

Email anda tidak akan ditampilkan. Kotak dengan tanda (*) wajib diisi

*


5 × = twenty five