Kekayaan Bumi Nusantara – Bagian 1

Nusantara, belahan bumi tempat bangsa kita tumbuh berkembang, sangatlah kaya. Sebagai negara yang terdiri dari ribuan pulau, tidaklah mengherankan jika Indonesia memiliki banyak tempat yang dapat dinikmati oleh para wisatawan domestik maupun internasional. Sudah selayaknyalah kita mengenal lebih jauh tentang kekayaan alam dan budaya bangsa kita sendiri, untuk kemudian dengan bangga memromosikannya kepada bangsa lain. Berikut ini adalah beberapa destinasi wisata di bumi Nusantara yang patut kita lestarikan dan kita perkenalkan kepada dunia internasional :

Danau Singkarak

photo by dipalanta.blogspot.com

Dengan luas 107,8 km2, danau Singkarak merupakan danau terluas kedua di Sumatera. Hulu Batang Ombilin ini sebagian airnya dialirkan ke Batang Anai melalui terowongan yang menembus Bukit Barisan untuk menggerakkan generator PLTA Singkarak di kabupaten Padang Pariaman.

Dengan panjang maksimum 20 km dan kedalaman 268 meter, danau Singkarak terkenal akan spesies ikan Bilih yang diduga hanya hidup di danau ini karena ikan tersebut tidak dapat dibudidayakan di luar habitat aslinya. Secara keseluruhan terdapat 19 spesies ikan yang tinggal di danau ini.

Selain pemandangan indah yang terbentang di sekitarnya, perlombaan perahu tradisional tingkat daerah mau pun tingkat nasional juga kerap menjadi daya tarik bagi para wisatawan untuk berkunjung ke danau Singkarak.

Akan lebih berkesan jika wisatawan menikmati pemadangan di sekitar danau dengan berkeliling danau menggunakan perahu. Di sepanjang tepi danau berkembang beberapa industri kecil seperti dendeng sapi, Karupuak Jangek (kerupuk yang terbuat dari kulit sapi), sulaman khas Sumatera Barat, ikan bilih asap, dan lain sebagainya.

Danau Singkarak terletak di antara kabupaten Padang Panjang dan kabupaten Solok, dapat dicapai dalam waktu sekitar 1 jam dari kota Padang.

Gunung Bromo

photo by ikrawan.blogspot.com

Gunung dengan ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut ini merupakan obyek wisata paling populer di propinsi Jawa Timur. Bukan hanya karena kecantikan pemandangan lembah, ngarai dan kalderanya saja tetapi juga karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.

Bromo berada di empat wilayah, yaitu kabupaten Malang, Pasuruan, Lumajang dan kabupaten Probolinggo. Kawahnya berdiameter sekitar 800 meter (utara – selatan) dan sekitar 600 meter (timur – barat). Daerah bahayanya sekitar 4 km dari pusat kawah.

Konon gunung Bromo merupakan gunung suci bagi suku Tengger, penduduk asli Bromo. Setiap tahunnya masyarakat Tengger melaksanakan upacara Kasodo di sebuah pura Hindu yang berada di
kaki gunung dan dilanjutkan ke puncak gunung.

Dengan suhu yang cukup dingin, yaitu sekitar 10 derajat Celsius di pagi hari, kaldera atau lautan pasir seluas 10 km2, para penunggang kuda yang berkeliling di sana, serta keindahan panorama saat matahari terbit, gunung Bromo sungguh menyuguhkan sebuah pengalaman menakjubkan bagi para wisatawan.

Pantai Losari

photo by ind-beautiful-places.blogspot.com

Di sebelah barat kota Makassar terdapat sebuah pantai yang oleh masyarakat setempat kerap dijadikan tempat untuk menghabiskan waktu sambil menikmati udara bersih dan angin yang bertiup. Pantai Losari, namanya. Berada tepat di jantung kota Makassar, pantai Losari adalah pantai yang bersih dan rapi dengan panjang garis pantai sekitar 4 km.

Keunikan pantai ini adalah keindahan matahari terbit dan matahari tenggelam yang dapat dinikmati oleh para pengunjung pada posisi berdiri yang sama. Selain itu, para pengunjung juga dapat berwisata kuliner di warung-warung makan yang terletak di ujung selatan pantai atau melakukan jogging di pedestrian sepanjang 500 m.

Pantai Losari sangatlah tepat untuk dikunjungi bersama keluarga. Lokasinya pun sangat mudah dicapai karena dapat langsung diakses melalui jalan protokol.

Taman Nasional Baluran

photo by aisaidluv.wordpress.com

Satu lagi tempat wisata menakjubkan yang dimiliki pertiwi Nusantara adalah Taman Nasional Baluran yang terletak di Situbondo, Jawa Timur. Sekurangnya 40% jenis vegetasi savana mendominasi kawasan ini, dengan tumbuhan khas yang mampu hidup dalam kondisi tanah sangat kering yaitu widoro bukol, mimba dan pilang.

Terdapat sekitar 444 jenis tumbuhan dan 26 jenis mamalia di sana, di antaranya banteng yang merupakan maskot taman nasional ini, kijang, rusa, kerbau liar, kancil dan kucing bakau. Selain itu juga terdapat sekitar 155 jenis burung, termasuk burung jenis langka seperti layang-layang api, tuwur asia, merak, ayam hutan merah, dan bangau tong-tong.

Tidak hanya kekayaan alam yang dapat dinikmati para wisatawan di Taman Nasional Baluran seluas 25.000 hektar ini. Obyek wisata lain seperti gua peninggalan jaman penjajahan Jepang, makam putra Maulana Malik Ibrahim, menara pandang, panjat tebing, wisata bahari, wisata selam, mata air yang tak pernah kering sepanjang tahun pun dapat dinikmati di sana.

Waktu terbaik untuk berkunjung ke taman nasional ini adalah Maret hingga Agustus setiap tahunnya.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Raptim Tours & Travel di nomor telepon atau alamat yang tercantum di website ini.

Beri komentar:

Email anda tidak akan ditampilkan. Kotak dengan tanda (*) wajib diisi

*


8 − = three