Magisnya Pesona Pulau Dewata – Bagian 1

Pulau sekaligus provinsi yang diapit oleh pulau Jawa dan pulau Lombok ini sudah terkenal sejak jaman pemerintahan Hindia Belanda. Tidak hanya wisatawan, para peneliti dan pemerhati budaya dari manca negara pun berdatangan ke pulau dewata ini.

Dikelilingi oleh laut Bali, selat Lombok, samudera Indonesia, dan selat Bali, pulau yang memliki pegunungan ini memiliki potensi alam yang luar biasa. Penduduk asli Bali yang mayoritas umat Hindu, meyakini bahwa alam semesta harus dilestarikan demi kelangsungan hidup manusia. Hal ini menjadikan Bali semakin menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan dari segala penjuru dunia. “The Island of Gods”, “The Island of Thousand Temples”, dan “The Morning of the World” adalah beberapa julukan yang diberikan kepada Bali oleh wisatawan asing yang pernah berkunjung ke sana. Berikut ini adalah beberapa obyek wisata yang menjadikan Bali begitu memesona :

Tanah Lot 

photo by wikipedia.org

Obyek wisata yang menjadi salah satu ikon Bali ini terletak di desa Beraban, kabupaten Tabanan, sekitar 20 km dari Denpasar. Terdapat dua pura di sana, yaitu pura Tanah Lot yang terletak di atas sebongkah batu besar di laut, dan pura Batu Bolong yang terletak di atas tebing. Menurut legenda setempat, Tanah Lot dibangun oleh pendeta Nirartha pada abad ke-15.

Kedua pura di Tanah Lot adalah pura tempat pemujaan kepada para dewa penjaga laut. Pada saat air laut mengalami pasang naik, pura Tanah Lot yang berada di atas batu akan tampak seperti melayang di atas air. Di sana juga terdapat sejumlah gua yang terbentuk akibat erosi, yang konon dihuni oleh ular-ular kesayangan para dewa sehingga tidak boleh diganggu.

Bagi para pecinta fotografi, waktu yang paling tepat untuk berkunjung ke Tanah Lot adalah di saat matahari mulai terbenam. Menikmati panorama spektakuler diiringi lantunan debur ombak yang pecah di pantai berbatu karang sungguh menentramkan hati.

Danau Batur

photo by detiktravel.com

Berlokasi di Kintamani, danau Batur merupakan danau terbesar di Bali. Luasnya sekitar 16.05 km2 dengan kedalaman maksimal 60 m, dan airnya berwarna kebiruan. Terletak di kaki gunung Batur, danau ini dipercaya terbentuk akibat letusan gunung Batur (kaldera) ribuan tahun yang lalu.

Sebagai danau terbesar di Bali, danau Batur berperan sebagai sumber irigasi bagi para petani di seluruh penjuru Bali dan sebagai sarana perikanan. Selain itu, kawasan di sekitar danau Batur juga dimanfaatkan sebagai lahan pertanian hortikultura. Di pinggir danau berdiri pura Batur, tempat pemujaan kepada Betari Danu, sang dewi pelindung pertanian.

Kintamani dapat dicapai dalam waktu sekitar 2 jam dari Kuta. Untuk menikmati keindahan danau Batur, para wisatawan dapat menyaksikannya dari daerah Penlokan – Kintamani. Apabila ingin menikmatinya lebih dekat, wisatawan dapat menyewa perahu kecil milik penduduk sekitar untuk berkeliling danau.

Jatiluwih

photo by ilovemybali.com

Sesuai namanya, Jati yang berarti “nyata” dan Luwih berarti “indah”, obyek wisata yang satu ini memang tidak perlu diragukan keindahannya. Berupa bentangan sawah bertingkat dengan luas sekitar 636 hektar, Jatiluwih menawarkan pengalaman wisata yang berbeda.

Letaknya di Tabanan, sekitar 48 km dari Denpasar. Berada pada ketinggian 700 meter di atas permukaan laut, dengan gunung berhutan lebat di sekitarnya, Jatiluwih sangat segar untuk dinikmati. Sawah-sawah di sana menggunakan sistem irigasi subak. Pada saat menjelang panen, warnanya bervariasi antara hijau dan kuning tua. Di perbatasan barat terdapat beberapa rumah tradisional yang terbuat dari tanah liat merah dan kios-kios penjual beras. Sementara di perbatasan timur terdapat rumah makan dan tempat penyewaan kuda bagi para wisatawan yang ingin berkeliling mengitari area tersebut. Sedangkan di perbatasan antara sawah dengan hutan di atasnya, terdapat air terjun sepanjang 25 meter yang sangat jernih.

Jatiluwih telah masuk ke dalam daftar nominasi situs warisan budaya dunia oleh UNESCO berkat keunikannya sebagai satu-satunya persawahan bertingkat yang masih mempertahankan sistem pengairan tradisional subak.

Hutan Monyet Ubud (Monkey Forest)

photo by monkeyforesubud.com

Di Padangtegal, Ubud, terdapat sebuah cagar alam yang merangkap kompleks pura bernama Mandala Wisata Wenara Wana seluas 27 hektar. Tempat ini juga merupakan tempat tinggal bagi monyet ekor panjang yang dianggap suci.

Setidaknya terdapat lebih dari 300 ekor monyet ekor panjang yang mewakili 4 kelompok, yang masing-masing menempati wilayah yang berbeda. Monyet-monyet itu terdiri atas monyet jantan dewasa, monyet betina dewasa, monyet remaja dan monyet bayi. Hutannya sendiri ditumbuhi sekitar 115 spesies pohon, antar lain Majegan dan Beringin yang dianggap suci oleh masyarakat Bali.

Di dalam hutan ini terdapat Pura Dalem Agung Padangtegal yang merupakan sumber kesucian pura-pura lain. Upacara kremasi kerap diselenggarakan di pura ini. Keberadaan pura di dalam hutan serta aktivitas di sana merupakan wujud keharmonisan antara manusia, alam, dan kosmos, sehingga tidak mengherankan bila wisatawan menemukan sesajen yang diperuntukkan bagi roh-roh pepohonan dan patung-patung di sana.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Raptim Tours & Travel di nomor telepon atau alamat yang tercantum di website ini.

Beri komentar:

Email anda tidak akan ditampilkan. Kotak dengan tanda (*) wajib diisi

*


6 × one =