Negeri Kangguru Nan Permai – Bagian 3

Australia, sebuah benua sekaligus negara tetangga Indonesia, memiliki kekayaan alam, sejarah, dan budaya yang luar biasa. Tanah bekas jajahan Inggris ini terbagi menjadi enam negara bagian, yaitu New South Wales, Queensland, South Australia, Victoria, Tasmania, dan Western Australia.

Minggu lalu kami telah mengulas tiga tempat wisata di Victoria. Kali ini kami akan mengulas tempat wisata populer di negara bagian kedua terbesar di Australia, yaitu Queensland :

The Great Barrier Reef

photo by australiaadventures.com

Sepertinya tidak berlebihan bila The Great Barrier Reef dijuluki salah satu keajaiban alam yang tersohor di dunia. Ukurannya yang lebih besar dari tembok Cina membuat rangkaian terumbu karang ini sebagai satu-satunya mahluk hidup yang terlihat dari angkasa luar.

Terdiri dari 3.000 lebih terumbu karang, The Great Barrier Reef terbentang sepanjang 2.000 km lebih di laut Coral, lepas pantai Queensland, timur laut Australia. Setidaknya terdapat 900 pulau dengan pantai keemasan di sekitarnya. Sementara alam bawah lautnya kaya akan biota laut seperti lumba-lumba, ikan tropis, moluska, kerang raksasa, dugong, ular laut, bahkan kura-kura hijau dan ikan paus bungkuk. Lebih dari 200 jenis burung juga berkeliaran dan bersarang di sana.

Berkat keindahan alam di bawah laut dan di permukaannya, The Great Barrier Reef telah terdaftar sebagai situs warisan dunia di UNESCO pada 1981. Hingga saat ini, kurang lebih 820 operator dan 1.500 alat transportasi beroperasi di kawasan wisata tersebut. Selain menyelam, aktivitas lain yang dapat dilakukan oleh para wisatawan adalah snorkeling, kayaking, bungy jump, berenang, memancing, berlayar, dan menunggang kuda.

Taman Budaya Tjapukai

photo by netgeotv.com.au

Aborigin, penduduk asli Australia, diperkirakan telah menghuni benua tersebut sejak 40.000 tahun yang lalu. Bangsa keturunan Papua ini hidup nomaden dan mencari makan dengan cara berburu, beternak, dan bercocok tanam. Setelah Inggris menjajah Australia, bangsa Aboriginpun perlahan-lahan tersisih.

Taman Nasional Tjapukai yang berlokasi di Cairns adalah sebuah tempat di mana publik dapat mengenal segala sesuatu tentang bangsa Aborigin. Dibangun sekitar 20 tahun yang lalu, taman nasional ini memiliki lima teater, bumi perkemahan tradisional Aborigin, galeri seni, sejumlah toko dan restoran. Di tempat ini, para wisatawan dapat mempelajari dan menyaksikan demonstrasi tentang bagaimana bangsa Aborigin berburu, membuat dan menggunakan senjata tradisional mereka, menari, melukis tubuh, dan banyak lagi. Semuanya dikemas dengan sangat menarik.

Terdapat dua sesi yang disuguhkan di taman nasional Tjapukai, yaitu Tjapukai by Day dan Tjapukai by Night. Tjapukai by Day menampilkan sejarah kehidupan bangsa pribumi yang tinggal di hutan hujan seperti berburu, pembuatan obat tradisional, permainan, dan lain-lain. Sedangkan Tjapukai by Night mengajak wisatawan untuk menikmati sebuah petualangan seru seperti mengikuti upacara adat, pertunjukan roh Quinkan, pembuatan api yang spektakuler, dan lain-lain.

Taman nasional Tjapukai merupakan taman nasional pribumi terbesar di Australia dan tercatat dalam Guiness Book of Record sebagai pertunjukan panggung dengan durasi terpanjang di benua tersebut.

Taman suaka koala Lone Pine

photo by wikipedia.com

Terletak di pinggir Brisbane, ibukota Queensland, Lone Pine merupakan taman suaka koala pertama dan terbesar di dunia. Lokasinya tidak jauh dari Gold Coast, salah satu tempat rekreasi terpopuler di Australia.

Taman suaka koala Lone Pine seluas 4,6 hektar ini didirikan pada 1927, dengan penghuni pertamanya sepasang koala bernama Jack dan Jill. Saat ini sekurangnya 130 koala dipelihara di sana, dan masing-masing koala boleh dipegang oleh pengunjung asal tidak lebih dari 30 menit per hari. Koala Forest adalah atraksi utama tempat ini, di mana terdapat sekitar 30 koala yang asik melompat dari dahan ke dahan sambil menikmati daun kegemaran mereka.

Taman suaka koala Lone Pine dibangun sedemikian rupa sehingga sangat alami dan nyaman bagi semua hewan di sana. Selain koala, tempat wisata ini juga memelihara kangguru, Tasmanian devils, wombat, kiwi, platypus, dan sejumlah reptil lain. Beragam jenis burung seperti kakatua, kasuari, nuri, jalak pelangi, dan lain-lain juga dapat ditemui di sana.
Sejumlah pertunjukan seperti memberi makan jalak pelangi, ketangkasan anjng gembala, dan pertunjukan menarik lainnya diselenggarakan secara berkala.

Nantikan ulasan tentang obyek-obyek wisata populer di Australia lainnya di minggu mendatang.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Raptim Tours & Travel di nomor telepon atau alamat yang tercantum di website ini.

Beri komentar:

Email anda tidak akan ditampilkan. Kotak dengan tanda (*) wajib diisi

*


six + 2 =