Menjejakkan Kaki Di Tanah Para Sipatiti

Mungkin banyak yang sudah sering mendengar nama “Mentawai”. Tapi banyak juga yang belum paham bahwa Mentawai merupakan sebuah kepulauan yang terletak sekitar 135 km dari kota Padang, Sumatera Barat. Untuk mencapai kepulauan ini butuh waktu sekitar 5 jam melintasi Samudra Hindia. Namun perjalanan itu sepadan dengan pengalaman yang akan diperoleh dari tanah yang adat dan budayanya sangat unik.

Terdapat 4 pulau utama di kepulauan Mentawai, yaitu pulau Siberut, pulau Sipora, pulau Pagai Utara, dan pulau Pagai Selatan. Siberut adalah pulau yang terbesar, dengan luas sekitar 4.400 km2. Alam Mentawai sangat memesona, dengan dominasi hamparan hutan yang dihuni oleh 20 jenis hewan endemik, antara lain siamang kerdil, lutung Mentawai, monyet ekor babi, dan beruk Mentawai.

Suku Mentawai terkenal akan tatonya. Bagi mereka, tato merupakan tanda status sosial sekaligus pakaian, yang menghiasi hampir sekujur tubuh mereka. Tato juga dipakai sebagai sarana untuk mengenali leluhur mereka setelah mereka meninggal nanti. Ahli pembuat tato Mentawai disebut sipatiti. Biasanya sipatiti diberi babi dan ayam sebagai imbalan atas jasa mereka. Selain tato, uma merupakan keunikan suku Mentawai. Uma adalah rumah adat Mentawai yang terbuat dari kayu, rotan, dan bambu. Uma dibangun tanpa menggunakan sebuah paku pun. Teknik ikat, tusuk dan sambung dipraktekkan dalam membangun setiap uma.

Jika ingin berkunjung ke Mentawai, destinasi-destinasi berikut ini dapat Anda masukkan dalam daftar perjalanan Anda :

 

Jalan-jalan di kepulauan Mentawai akan lebih memuaskan jika dilakukan dengan santai. Setidaknya butuh 3 hari untuk dapat benar-benar menikmati alam dan budayanya. Anda tak perlu khawatir memikirkan akomodasi karena sejumlah penginapan berupa vila, guest house dan hotel tersedia di sana. :

Beri komentar:

Email anda tidak akan ditampilkan. Kotak dengan tanda (*) wajib diisi

*


nine × = 72