Mengenal Baduy Nan Misterius

Bagi Anda yang tinggal di wilayah Jabodetabek dan ingin berwisata sambil mengenal suatu suku yang masih kental adat istiadatnya tanpa harus meluangkan waktu berhari-hari dan mengeluarkan biaya besar, kampung adat suku Baduy adalah pilihan yang tepat.Terletak sekitar 40km dari Rangkasbitung, Banten, kawasan ini menyuguhkan pemandangan alam yang asri dan menawarkan pengalaman budaya yang sangat unik, karena suku Baduy terkenal akan gaya hidup yang misterius.

Terdapat dua kelompok dalam suku Baduy, yaitu suku Baduy Dalam yang sangat tertutup terhadap masyarakat luar, dan suku Baduy Luar yang sudah mau berinteraksi dengan masyarakat luar. Suku Baduy Dalam tinggal di 3 kampung utama, yaitu Cibeo, Cikertawana dan Cikeusik. Sementara suku Baduy Luar tinggal di lebih dari 30 kampung luar. Kedua suku tersebut dapat dibedakan dari pakaian yang mereka kenakan, yaitu pakaian dan ikat kepala serba putih oleh suku Baduy Dalam, sementara suku Baduy Luar mengenakan pakaian hitam dan ikat kepala biru. Keduanya tidak mengenakan alas kaki serta pantang menggunakan alat transportasi modern dan alat-alat elektronik. Kesan primitif sangat terasa di desa adat suku Baduy Dalam.

Satu hal penting yang harus Anda ingat yaitu bahwa ada sejumlah pantangan yang harus dipatuhi jika Anda ingin berkunjung ke desa adat suku Baduy, terutama Baduy Dalam. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda meminta jasa seorang pemandu wisata, yang dapat Anda temui di desa Cibolegar, sebelum Anda menuju perkampungan Baduy. Semua kendaraan harus ditinggalkan di desa Cibolegar dan perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sambil menikmati sejuknya alam Baduy, menelusuri jalan setapak, melintasi sungai, bukit, dan sejumlah kampung. Bersiaplah untuk terpukau menyaksikan bagaimana suku Baduy dapat bertahan hidup tanpa intervensi dari dunia luar yang serba modern

Bagi Anda yang ingin menginap di sana, Anda dapat tinggal di rumah penduduk di desa Cicakal. Rumah-rumah di sana terbuat dari bambu dan beratapkan ijuk serta tertata rapi mengikuti kontur tanah. Namun dalam hal makanan, Anda harus membawa makanan sediri karena tidak terdapat warung makan di sana. Kalaupun masyarakat Baduy dengan ramah bersedia menyediakan makanan, perlu diingat bahwa mereka adalah vegetarian. Jika Anda ingin membawa oleh-oleh, kain hasil tenunan wanita Baduy yang didominasi warna biru adalah salah satu barang kerajinan yang diunggulkan di sana.

Beri komentar:

Email anda tidak akan ditampilkan. Kotak dengan tanda (*) wajib diisi

*


− three = 6