ATHENA, IKON KEJAYAAN SEJARAH DAN BUDAYA EROPA

Yunani bukan saja merupakan negara yang terkenal akan kecantikannya, namun juga terkenal akan sejarah dan budayanya. Jika mendengar kata Yunani, tidak sedikit orang yang seketika membayangkan patung-patung nan anggun, serta sederetan nama tokoh terkenal seperti Hipocrates – bapak kedokteran modern; Socrates, Plato, dan Aristotle para filsuf hebat; Homer – sang penyair; dan Phytagoras – sang pakar matematika.

Ibukota Yunani, Athena, merupakan pusat sejarah Eropa. Kota ini memiliki catatan sejarah yang amat panjang, dimulai dari masa kejayaan Pericles, yaitu sekitar abad ke-5 sebelum masehi. Kini sebagian besar dari pusat sejarah kota Athena telah dijadikan zona pejalan kaki, dengan panjang 3 km, yang menjadikannya zona pejalan kaki terpanjang di Eropa. Berikut ini adalah 3 destinasi wisata terpopuler di kota tersebut :

Gereja Kapnikarea

Photo by en.wikipedia.org

Gereja Kapnikarea terletak di lokasi yang sangat strategis di kota Athena, karena berada di jalan Ermou yang merupakan area belanja tersibuk di kota tersebut dan di sekitarnya banyak terdapat atraksi wisata lainnya. Meskipun mungil, gereja ini sangat menarik karena merupakan peninggalan arsitektur Bizantinum yang rumit. Di atas atap bersilangnya muncul sebuah kubah, di mana di bawahnya terdapat sebuah kapel bernama St. Varnava.

Gereja Kapnikarea pernah direncanakan untuk dirubuhkan karena kondisinya yang lama-kelamaan semakin memburuk. Ketika jalan Ermou mulai dioperasikan pada tahun 1834, kondisi gereja tersebut sangat menyedihkan. Adalah Ludwig I dari Bavaria, ayah dari raja Otto, yang menyelamatkan gereja yang kerap disebut sebagai gereja Santa Maria tersebut.

Bukit Areopagus

Photo by sacred.destinations.com

Bukit yang sebenarnya merupakan sebongkah batu kokoh besar ini terletak dekat pintu masuk Acropolis, di atas situs Agora Kuno. Dahulu kala, bukit ini dijadikan pengadilan bagi kasus-kasus pembunuhan. Bukit ini juga sering disebut sebagai Bukit Ares, karena menurut legenda setempat, Ares yang adalah Dewa Perang Yunani pernah diadili di sana karena membunuh anak lelaki Poseidon.

Selain itu, bukit Areopagus juga dikenal sebagai tempat di mana Santo Paulus pernah memberikan kotbah bagi para penduduk Athena yang saat itu masih menyembah dewa-dewa. Usahanya nyaris sia-sia, karena hanya 2 orang yang berhasil dituntunnya ke jalan Kristiani, yaitu seorang wanita bernama Damaris dan seorang pria bernama Dionysios Aereopagitis, yang kemudian menjadi santo pelindung kota Athena dan namanya diabadikan menjadi nama bukit tersebut. Untuk mempermudah wisatawan naik dan turun bukit Areopagus, telah dibuat anak tangga dari besi. Di sana juga terdapat plakat untuk mengenang kotbah Santo Paulus.

Museum Acropolis

Photo by telegraph.co.uk

Jika ingin mengetahui sejarah arkeologi Yunani, khususnya sejarah tentang Acropolis, museum ini adalah tempat yang paling tepat untuk dikunjungi. Di dalam bangunan 4 lantai seluas 25.000 m2 dengan ruang pamer seluas 14.000 m2 ini terdapat sekitar 4.000 artefak dari jaman perunggu Yunani hingga jaman Romawi dan Bizantinum. Karena dibangun di atas situs arkeologi, maka hampir seluruh lantai di lantai dasarnya, baik yang di dalam mau pun di luar ruangan, terbuat dari kaca tembus pandang sehingga para pengunjung dapat menyaksikan ekskavasi di bawahnya.

Awalnya, museum dibangun di situs Acropolis dan rampung pada tahun 1874, kemudian diperluas pada tahun 1950an. Seiring dilakukannya ekskavasi yang berkelanjutan di sana, artefak yang ditemukan pun semakin banyak hingga melebihi kapasitas museum. Ide untuk membangun museum baru pun tercetus, ditambah dengan adanya permintaan pemerintah Yunani kepada pemerintah Inggris untuk mengembalikan Marmer Parthenon milik mereka. Singkat cerita, diadakanlah kompetisi merancang museum dan setelah kompetisi ke-4 barulah terpilih pemenangnya, yaitu Bernard Tschumi, seorang arsitek asal New York yang berkolaborasi dengan Michael Photiadis, seorang arsitek Yunani. Museum Acropolis Baru selesai dibangun pada tahun 2003 dan mulai dibuka untuk umum pada tahun 2009, dengan fasilitas pendukung seperti amphitheater, virtual theater dan sebuah aula untuk pameran temporer.

Beri komentar:

Email anda tidak akan ditampilkan. Kotak dengan tanda (*) wajib diisi

*


8 + eight =