PADUA : TUA, KAYA DAN MEMPESONA

Diklaim sebagai kota tertua di utara Italia, Padua konon ditemukan oleh seorang pangeran Troya pada tahun 1183 SM. Ibukota provinsi Padua ini terletak sekitar 40 km di barat Venezia, kota yang terkenal akan kanal-kanal cantiknya. Sebagai kota tertua, tentunya Padua kaya akan kisah dan peninggalan sejarah, di antaranya Galileo Galilei yang pernah menjadi dosen di Universitas Padua yang berusia hampir 800 tahun; ahli sejarah Livy yang lahir di kota tersebut; serta Santo Antonius, seorang pastor dari ordo Fransiskan yang terkenal akan kotbah-kotbahnya yang kuat. Berikut ini adalah tiga situs terpopuler di Padua :

Basilika St. Antonius Padua

Kisah singkat tentang gereja ini dapat dibaca di sini.

Prato della Valle
Photo by wikipedia.net

Areanya yang mencapai 90.000 meter persegi menjadikan Prato della Valle sebuah lapangan terluas di Italia, bahkan salah satu yang terluas di Eropa. Mulai dibangun pada tahun 1636 dengan didanai oleh sekelompok bangsawan asal Venezia dan Veneto, awalnya tempat ini dibuat sebagai tempat pertarungan antar penunggang kuda. Kemudian atas ide Andrea Memmo, lapangan tersebut mulai dihias dengan sejumlah patung cantik.

Sempat dikenal sebagai “lembah tanpa rumput” akibat banyaknya pohon yang menghambat tumbuhnya rumput di sana, Prato della Valle telah mengalami sejumlah restorasi dan reklamasi. Saat ini lapangan berbentuk elips ini ditumbuhi pepohonan kecil, memiliki sebuah “pulau” hijau mungil di tengah-tengahnya, serta dikelilingi oleh sebuah kanal kecil yang dipagari oleh sederet patung-patung cantik. Setiap musim panas banyak pengunjung yang bermain papan luncur, berjalan berkeliling atau berjemur di sana. Sedangkan pada malam tahun baru dan pertengahan Agustus, biasanya diselenggarakan pesta dengan pertunjukan musik dan kembang api di lapangan tersebut.

Orto Botanico di Padova

Photo by unipd.it

Kebun Raya Padua, dibangun pada tahun 1545 oleh Republik Venezia, merupakan sebuah kebun tertua di dunia yang hingga kini masih menempati lokasi aslinya. Dengan luas area sekitar 22.000 meter persegi, kebun raya ini terkenal akan desain dan koleksi uniknya.

Tujuan awal dibangunnya Orto Botanico di Padova adalah untuk keperluan medis. Banyak jenis tumbuhan yang dimanfaatkan untuk pengobatan alami ditanam di sana. Berafiliasi dengan Universitas Padua, kebun raya ini juga sekaligus membantu para siswa perguruan tinggi tersebut dalam mempelajari berbagai jenis tanaman obat. Saat ini terdapat sekitar 6.000 jenis tumbuhan ditanam di kebun raya karya arsitek Andrea Moroni tersebut, di antaranya merupakan tumbuhan langka. Orto Botanico di Padova telah tercatat sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1997.

Beri komentar:

Email anda tidak akan ditampilkan. Kotak dengan tanda (*) wajib diisi

*


one + 1 =