PALEMBANG

Ibukota provinsi Sumatera Selatan ini merupakan kota kedua terbesar di Sumatera setelah Medan. Meski penduduk mayoritasnya adalah dari etnis Melayu, kota Palembang juga dihuni oleh para pendatang dari Jawa, Minangkabau, Bugis, Madura, dan Banjar. Selain itu juga ada warga keturunan Tionghoa, Arab, dan India. Bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa Palembang, yaitu bahasa Melayu dengan dialek setempat.

Bumi Sriwjaya, demikian kota ini dijuluki karena pernah menjadi ibukota kerajaan Sriwijaya pada abad ke-9, memiliki sebuah bandara internasional bernama bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. Selain itu, warga dari luar kota juga dapat mengunjungi kota ini melalui pelabuhan Boom Baru, pelabuhan 36 Ilir, dan pelabuhan Tanjung Api Api atau melalui stasiun Kertapati.

 

Wisata Sejarah

Benteng Kuto Besak

Photo by ndonesia.travel

Dibangun pada abad ke-17, Benteng Kuto Besak adalah situs sejarah kebanggaan warga Palembang. Dengan panjang 288,75m, tinggi 9,99m, dan tebal 1,99m, benteng ini dibangun dengan tujuaan untuk melindungi kota dari serangan penjajah asing pada masa pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin I sekaligus sebagai istana untuk menggantikan Keraton Kuto Lamo Tua.Pembangunan benteng ini melibatkan penduduk lokal dan warga etnis Cina. Sedangkan gaya ukir kolonial adalah bukti pendudukan Belanda yang pernah menyerbu benteng ini pada tahun 1821. Saat ini Benteng Kuto Besak dijadikan pangkalan militer Kodam Sriwijaya namun masyarakat umum masih dapat menikmatinya dari luar. Lokasi : Jl. Sultan Mahmud Badaruddin.

 

Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya

Photo by wisatawanalam.blogspot.com

Dikenal juga dengan nama Situs Karanganyar, tempat yang terletak di utara sungai Musi ini dipercaya sebagai sisa taman kerajaan masa Sriwijaya. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya sejumlah artefak, seperti struktur batu bata, keramik, parit, kolam, manik-manik, sisa perahu, dan lain-lain yang menunjukkan adanya aktivitas manusia di tempat ini di masa lampau. Keramik-keramik yang ditemukan oleh para arkeolog berhasil dianalisa sebagai keramik dari masa dinasti Tang, dinasti Sung, dinasti Yuan, dan dinasti Qing, dalam bentuk tempayan, buli-buli, mangkuk, piring. Di samping itu juga ditemukan bekas bangunan candi atau istana. Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya diresmikan oleh presiden Suharto pada Desember 1994, di mana di dalamnya terdapat Museum Sriwijaya. Lokasi : Karanganyar, Kecamatan Ilir Barat II.

 

Wisata Budaya

Masjid Agung Palembang

Photo by sumsel.kemenag.go.id

Dibangun pada masa Sultan Mahmud Badaruddin I, masjid ini sempat menjadi masjid terbesar di Indonesia dengan kapasitas 1.200 orang. Setelah itu mengalami beberapa kali renovasi sejak jaman kolonial Belanda hingga tahun 2000an, sehingga dipengaruhi oleh gaya arsitektur Indonesia, Eropa, dan Cina.  Gaya Eropa dapat dilihat dari pintu masuk masjid, gaya Cina dilihat dari menara dan atapnya, sedangkan gaya Indonesia dilihat dari sebagian besar kayu yang diberi ukiran khas Palembang. Masjid Agung Palembang saat ini merupakan bangunan dua lantai dengan kapasitas lebih dari 7.700 orang. Lokasi : Kawasan 19 Ilir.

 

Wisata Kuliner

Pindang Patin

Photo by best-pft.com

Berupa ikan patin yang dimasak berkuah seperti sop kemerahan. Campuran terasi, cabai, bawang merah, asam jawa dan gula membuat kuah pinang patin terasa sedap dan segar, apalagi dilengkapi dengan irisan nanas. Sangat pas dinikmati dengan nasi putih.  Ikan patin yang digunakan adalah ikan patin sungai berukuran besar, berlemak dan tidak berbau lumpur. Rekomendasi : RM Pindang Pegagan Adenia dan RM Pondok Pindang Meranjat Jakabaring di jl. Gubernur HA Bastari.

 

Mie Celor

Photo by indonesiakaya.com

Celor dalam bahasa Palembang berarti “seduh”. Jadi mie celor adalah sejenis mie rebus yang dicampur toge, irisan telur, udang rebus, kuah santan, dan kaldu udang kental.  Irisan daun kucai dan bawang goreng ditambahkan sebagai pelengkap. Rekomendasi :  Mie Celor 26 Ilir Asli HM Syafei Z di jl. KH Ahmad Dahlan No 2, 26 Ilir.

 

Oleh-Oleh

Pempek

Photo by infojajan.com

Tersedia dalam beberapa varian, yaitu kapal selam (berisi telur ayam), lenjer, adaan, keriting, pistel, kulit, dan panggang.

 

Kue Maksuba

Photo by kuekhaspalembang.com

Sepintas tampak seperti kue lapis, kue ini terbuat dari campuran tepung terigu, telur bebek, mentega, vanili, dan susu kental manis. Rasanya manis dan legit.

 

Kemplang

Photo by tokopedia.com

Seperti kerupuk namun dipanggang. Terbuat dari campuran ikan (tenggiri/gabus/kakap), sagu, air, bumbu penyedap. Biasa disantap dengan sambal.

 

Songket

Photo by bobo.kidnesia.com

Songket adalah jenis kain tradisional Melayu, ditenun dengan menggunakan campuran benang emas dan perak sehingga menghasilkan corak yang cantik dan mewah.

 

Beri komentar:

Email anda tidak akan ditampilkan. Kotak dengan tanda (*) wajib diisi

*


nine − = 1