BANDAR LAMPUNG

Ibukota provinsi Lampung ini merupakan pintu masuk ke pulau Sumatera dari pulau Jawa lewat jalan darat. Terletak di perbukitan yang menghadap ke Teluk Lampung, Bandar Lampung berada di lokasi yang strategis bagi kegiatan ekonomi karena dekat dengan pelabuhan Bakauheni dan bandara internasional Raden Inten II. Selain itu, Bandar Lampung juga merupakan kota besar pertama yang dilalui di jalur Trans Sumatera, yaitu perjalanan darat dari selatan Sumatera ke arah utara dan barat Sumatera dengan total jarak sekitar 2.200 km. Bagi pelancong yang hobi mengendarai mobil atau motor, mengeksplorasi pulau Sumatera melalui jalur tersebut dapat memberikan pengalaman yang sangat menarik. Sementara bagi pelancong yang ingin berkunjung ke Bandar Lampung dengan kereta api dapat berangkat dari kota Palembang dengan tujuan stasiun Tanjungkarang.

Wisata Sejarah

Situs Kepurbakalaan Pugungraharjo
Terletak sekitar 40km dari kota Bandar Lampung, situs ini patut dikunjungi karena pelancong dapat melihat aneka artefak peninggalan masa pra sejarah, masa kejayaan Hindu dan Budha, hingga masa awal keberadaan Islam di tanah paling selatan di pulau Sumatera. Situs purbakala ini ditemukan oleh para transmigran pada tahun 1957, mulai diteliti oleh Lembaga Purbakala pada tahun 1968, mulai didokumentasikan oleh Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional bekerjasama dengan Pennsylvania Museum University pada tahun 1973, baru kemudian pada tahun 1980 dilakukan ekskavasi. Selain arca, pelancong dapat melihat keramik dari berbagai dinasti, dolmen, menhir, batu berlubang, kapak batu, mata tombak, dan banyak lagi di situs seluas 25 hektar ini. Lokasi : Desa Pugungraharjo, Kecamatan Jabung, Lampung Timur.

Photo by harianlampung.com

 

Wisata Budaya

Museum Negeri Ruwa Jurai
Diresmikan oleh Prof. Dr. Fuad Hasan pada tahun 1988, museum Ruwa Jurai mengoleksi lebih dari 4.700 benda yang terbagi menjadi 10 jenis, yaitu koleksi geologika, biologika, etnografika, historika, numismatika/heraldika, filologika, keramologika, seni rupa, dan teknografika. Koleksi etnografika berupa berbagai benda buatan manusia adalah jenis terbanyak, yaitu sekitar 2.000 buah, di antaranya adalah aksesoris khas kelompok adat Sei Bathin dan Pepadun. Lokasi : Jl. Zainal Arifin Pagar Alam No. 64, Rajabasa.

Photo by indonesiakaya.com

 

Rumah Adat

1.Rumah tradisional/adat di kampung Ulok Gading yang merupakan kediaman pemuka adat dari salah satu kebandaran dalam struktur adat Lampung Peminggir/Sebatin. Baik bentuk bangunan, tata ruang maupun interiornya dipertahankan apa adanya sehingga pelancong dapat melihat rumah adat yang otentik.

2.Rumah tradisional/adat di kampung Kedamaian yang merupakan peninggalan keluarga besar dari pemuka adat/buay Nuwat Lampung Pubian. Rumah ini sesekali dijadikan tempat pertemuan kekerabatan dan musyawarah adat.

3.Rumah tradisional/adat Kedatun Keagungan yang menyimpan aneka perlengkapan dan koleksi benda-benda pusaka. Lokasi : Jl. Sultan Haji – Kota Sepang.

Photo by ulunlampung.blogspot.com

 

Wisata Kuliner

Seruit
Masakan berbahan dasar utama ikan air tawar yang digoreng atau dibakar kemudian dicampur sambal terasi, tempoyak (sambal yang terbuat dari cabai dan durian), atau mangga. Sangat nikmat disantap dengan nasi panas dan lalap. Rekomendasi : RM Rusdi Gendut di Jl. Pangeran Tirtayasa Sukabumi.

Photo by tabloidkuliner.com

Gulai Taboh
Gulai santan yang berisi udang, kacang panjang, jagung muda, rebung, ubi jalar, dan lain-lain. Rasanya gurih dan segar berkat bumbu-bumbu seperti daun kemangi, daun salam, serai, lengkuas, cabai merah, dan terasi.

Photo by klikhotel.com

 

 

 

Oleh-Oleh

Keripik Pisang
Terbuat dari pisang kapok dan tersedia dalam beberapa varian, antara lain asin (asli), coklat, mocca, susu, keju, stroberi, dan melon.

Photo by majalahtim.com

 

 

 

 

Kopi Lampung
Lampung terkenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi robusta terbaik di Indonesia dengan aroma dan cita rasa yang khas.

Photo by indonetwork.co.id

 

 

 

 

Kain Tapis
Kain tradisional yang terbuat dari sutra, katun, atau serat nanas, dikombinasikan dengan benang emas atau perak.

Photo by indonesia.travel

Beri komentar:

Email anda tidak akan ditampilkan. Kotak dengan tanda (*) wajib diisi

*


4 + nine =