BANDA ACEH

Ibukota provinsi Aceh ini merupakan kota Islam tertua di wilayah Asia Tenggara.  Kesultanan Aceh Darussalam yang pernah menjadi satu dari lima kerajaan Islam terbesar di dunia meninggalkan warisan sejarah dan budaya di kota ini.  Aceh bisa disebut sebagai salah satu wilayah di NKRI yang memiliki tradisi dan budaya yang sangat menarik dan terpopuler. Malangnya, pada Desember 2004 wilayah yang terletak di ujung barat Nusantara ini luluh lantak akibat terjangan tsunami menyusul gempa 9,2 skala Richter di Samudera Indonesia. Bencana ini menewaskan ratusan ribu penduduk dan menghancurkan lebih dari 60% bangunan di kota Banda Aceh.

Sepuluh tahun berlalu sejak bencana dahsyat itu dan Aceh, khususnya kota Banda Aceh pun telah berangsur-angsur pulih. Geliat wisata di tanah rencong ini juga sudah kembali terlihat. Untuk menuju Banda Aceh, pelancong dapat melakukan perjalanan lewat udara menuju bandara Sultan Iskandar Muda dari Jakarta, Surabaya, Denpasar, Banjarmasin, dan Medan.

 

Wisata Sejarah

Museum Tsunami Aceh

Di dalam bangunan berbentuk kapal laut ini pengunjung dapat melihat rekam jejak kejadian tsunami 2004 di dalam ruang pamer pra tsunami, saat tsunami, dan pasca tsunami. Sejumlah foto peristiwa tsunami, artefak jejak tsunami, dan diorama juga dipamerkan di lantai satu. Sementara lantai dua terdapat perpustakaan, ruang alat peraga, ruang 4D, dan toko cindera mata. Salah satu keunikan dari museum yang dirancang oleh Ir. Ridwan Kamil, walikota Bandung ini adalah sebuah lorong gelap sempit di mana terdengar suara air yang kadang memercik pelan dan kadang bergemuruh kencang. Lokasi : Jl. Sultan Iskandar Muda (tutup setiap Jumat).

Photo by buzzerbeezz.com

 

Wisata Budaya

Masjid Agung Baiturrahman

Tidak berlebihan jika bangunan ini disebut sebagai bangunan luar biasa yang menakjubkan karena saat tsunami 2004 menghancurkan semua bangunan di sekitarnya, masjid ini tetap berdiri tegak. Di Masjid Agung Baiturrahman inilah ratusan orang mengungsi saat terjadi bencana alam tersebut. Didominasi warna putih dan hitam, masjid berusia 130 tahun ini dihiasi dengan tujuh kubah dan lima menara dengan daya tampung 9.000 jamaah. Masjid Agung Baiturrahman merupakan salah satu masjid terindah di Indonesia. Lokasi : Jl. Masjid Baiturrahman.

Photo by id.wikipedia.org

 

Wisata Kuliner

Ayam Tangkap

Berupa ayam goreng yang dibumbui dengan aneka rempah, antara lain daun kari, daun temurui, daun salam, bawang merah, bawang putih, dan cabai hijau. Biasanya disajikan dengan nasi putih dan kecap. Rekomendasi : RM Aceh Rayeuk di Jl. Tengku Imum Lueng Bata dan RM Cut Dek Jl. T. P. Nyak Makam.

Photo by masakannusantara.net

 

 

Mie Aceh

Tersedia dalam pilihan mie goreng dan mie kuah, mie ini  dimasak dengan beragam rempah dan bercita rasa pedas. Mie yang digunakan adalah mie kuning tebal, biasanya dicampur kepiting, cumi-cumi, udang, jamur. Ada pula yang dicampur irisan gading sapi atau daging kambing. Rekomendasi : RM Mie Razali di Jl. T Panglima Polem, Peunayong.

Photo by foodspotting.com

 

 

 

 

Daging Masak Putih (Sie Reboh Puteh)

Potongan daging sapi yang direbus dengan santan dan aneka rempah, bercita rasa manis. Dikenal juga dengan nama gulee puteh.  Rekomendasi : RM Aceh Rayeuk di Jl. Tengku Imum Lueng Bata.

Photo by m.kompasiana.com

 

 

 

 

Oleh-Oleh

Songket Aceh

Kain tradisional ini tidak hanya dapat digunakan sebagai pakaian, tapi juga dapat dibeli dalam bentuk hiasan dinding, hiasan meja, dan banyak lagi. Jika ingin membeli langsung dari tempat pengrajinnya, pelancong dapat berkunjung ke Desa Siem di Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, sekitar 14 km dari Banda Aceh.

Photo by iloveaceh.org

 

Kopi Aceh (Solong)

Kopi terpopuler di Aceh, tersedia jenis arabica dan robusta.

Photo by seputaraceh.com

 

 

 

 

Dendeng Aceh

Terbuat dari daging sapi dan rusa, tersedia dalam rasa asin, manis, dan kari. Bisa bertahan hingga tiga bulan.

Photo by tempo.co

 

Beri komentar:

Email anda tidak akan ditampilkan. Kotak dengan tanda (*) wajib diisi

*


7 − = two