SEVEN SUMMITS, TANTANGAN SERU SEPANJANG MASA

Para pecinta alam sejati, khususnya para pecinta aktivitas mendaki gunung, tentunya tidak asing dengan nama Seven Summits. Seven Summits adalah sebutan populer untuk 7 puncak gunung tertinggi di dunia. Terdapat 2 versi Seven Summits, yaitu versi Dick Bass, pendaki gunung asal Amerika Serikat, dan versi Reinhold Messner, pendaki gunung asal Austria yang kemudian diperkuat oleh pendaki gunung legendaris Patrick Allan Morrow asal Kanada. Versi Bass adalah 7 puncak tertinggi di 7 benua (termasuk Australia), sementara versi Messner adalah 7 puncak tertinggi di 6 benua (tidak termasuk Australia). Seiring berjalannya waktu, versi Messnerlah yang lebih diakui di kalangan para pendaki gunung.

Berikut ini adalah beberapa fakta tentang 7 puncak gunung tertinggi di dunia versi Messner :

Puncak Carstenz

photo by carstensz.themagazine.ca

Terletak di pegunungan Jaya Wijaya, Papua – Indonesia, dengan ketinggian 4.884 mdpl. Orang pertama yang mendaki gunung ini adalah Heinrich Harrer pada tahun 1962. Tidak seperti 6 puncak tertinggi lainnya, Puncak Carstenz termasuk jarang didaki karena letaknya di hutan belantara dan kondisi politik yang belum stabil di Papua. Banyak juga yang berpendapat bahwa gunung ini adalah yang paling sulit ditaklukan di antara Seven Summits.

Vinson

photo by vinson.fineartamerica.com

Terletak di Antartika, dengan ketinggian 4.897 mdpl. Gunung ini mengambil nama seorang Amerika, Carl Vinson, yang merupakan anggota US Antartic Exploration yang menemukan keberadaan gunung ini. Sebuah tim beranggotakan 4 pendaki yang dipimpin oleh Nicholas Clinch pada tahun 1966 adalah yang pertama mencoba mendaki Vinson. Antartika sendiri merupakan benua yang diselimuti es sepanjang tahun, sehingga untuk mendaki Vinson, tidak hanya keahlian yang dibutuhkan tetapi juga stamina tubuh yang sangat prima dan siap menghadapi suhu udara yang sangat dingin.

Elbrus

photo by elbrus_scienceray.com

Terletak di Rusia, dengan ketinggian 5.642 mdpl. Dalam bahasa lokal (Balkar), gunung ini dinamakan “Minggi-Tatu” yang berarti “menyerupai seribu gunung”, saking megahnya. Meskipun demikian, tersedia kereta gantung di sana yang dimulai dari ketinggian 2.200 mdpl lalu disambung dengan chairlift yang dapat mengantar hingga ketinggian 3.750 mdpl di mana terdapat sejumlah “gentong besar” yang dapat dipakai oleh pendaki gunung untuk tidur. Elbrus pertama kali didaki pada tahun 1874.

Kilimanjaro

Photo by kilimanjaro_sevennaturalwonders.org

Terletak di Tanzania, dengan ketinggian 5.895 mdpl. Gunung api yang sudah tidak aktif lagi ini sebenarnya memiliki 3 puncak : Kibo, Shira, dan Mawenzi. Kibo adalah yang tertinggi. Umumnya mereka yang berniat mendaki Kilimanjaro menyempatkan diri mereka untuk sekaligus berwisata safari di Tanzania yang terkenal akan satwa liarnya. Selain itu, juga terdapat Taman Nasional Kilimanjaro pada ketinggian 2.700 mdpl. Orang asing pertama yang berhasil mendaki gunung ini adalah H. Meyer dan L. Purtscheller pada tahun 1889.

Denali

Photo by denali deancarriere.com

Terletak di Alaska, Amerika Serikat, dengan ketinggian 6.194 mdpl. Kondisi alamnya membuat gunung ini disebut sebagai gunung “terdingin” di dunia karena suhunya dapat mencapai -40°C pada malam hari. Denali, yang berarti “The High One” dalam bahasa Koyukon (pribumi Alaska), juga dikenal dengan nama gunung McKinley, sebenarnya memiliki 2 puncak, yaitu puncak utara yang lebih rendah dan puncak selatan yang tertinggi. Puncak tertinggi Denali pertama kali didaki oleh sebuah tim yang dipimpin oleh Hudson Struck dan Harry Karstens pada tahun 1913.

Aconcaguai

Photo by aconcagua.wikimedia.org

Terletak di wilayah pegunungan Andes dekat perbatasan Argentina dan Chilli, dengan ketinggian 6.962 mdpl. Gunung Aconcagua terkenal dengan “tipuan”nya, karena banyak pendaki yang menganggap remeh kondisi di sana namun kemudian mengalami cedera yang fatal, bahkan kematian. Suhu udara yang sangat dingin dan angin yang sangat kencang merupakan dua hal yang harus diwaspadai oleh pendaki. Mathias Zurbriggen, pria berkebangsaan Swiss adalah yang pertama kali mendaki gunung ini pada tahun 1897. Ia merupakan salah satu pendaki terbaik dunia pada abad ke-19.

Everest

Photo by everest_wikimedia.org

Tidak mengherankan jika nama gunung yang satu ini sangat terkenal. Everest merupakan puncak dari segala puncak di dunia. Terletak di wilayah pegunungan Himalaya, di perbatasan Nepal dan Tibet, dengan ketinggian 8.848 mdpl. Saking tingginya gunung ini, kebanyakan dari para pendaki membawa oksigen tambahan untuk menghindari gangguan pernapasan akibat semakin menipisnya kadar oksigen menuju puncak Everest. Dari sekian banyak kisah seru tentang penaklukan puncak Everest, adalah kisah tentang Tenzing Norgay dan Edmund Hillary yang paling sering dibicarakan. Mereka berhasil mencapai puncak Everest pada tahun 1953.

Bagi wisatawan atau pecinta alam yang ingin menjelajahi Seven Summits, persiapan fisik dan keahlian tali temali merupakan keharusan. Jika sudah merasa siap, silakan menghubungi operator tur yang menawarkan paket pendakian ke tujuh puncak tertinggi di dunia.

Beri komentar:

Email anda tidak akan ditampilkan. Kotak dengan tanda (*) wajib diisi

*