WISATA KULINER NUSANTARA – BAGIAN 1

Banyaknya pulau dan keragaman etnis menjadikan Indonesia sebuah negara yang kaya akan budaya, tradisi, sejarah, sumber daya alam, dan keindahan alam. Jika kita berbicara tentang budaya, tentu kuliner termasuk di dalamnya. Saking berlimpahnya aneka makanan dari masing-masing daerah di Indonesia yang semuanya memiliki cita rasa yang khas, wisata kuliner pun semakin diminati baik oleh penduduk lokal maupun wisatawan manca negara. Berikut ini adalah sedikit informasi tentang makanan atau jajanan khas dari beberapa kota di bumi Nusantara :

Jogjakarta

Kota yang merupakan ibukota Daerah Istimewa Jogjakarta ini adalah salah satu kota besar di pulau Jawa yang daya pikatnya luar biasa. Kota yang dipimpin oleh seorang Sultan ini terletak di lembah 3 sungai, yaitu sungai Winogo, sungai Code, dan sungai Gajahwong. Jogjakarta atau lebih dikenal dengan sebutan Jogja terkenal akan kraton Jogja, kerajinan batik, dan kerajinan perak. Dua makanan yang wajib dicicipi saat Anda berkunjung ke Jogja adalah :

Gudeg

Photo by gudeg.wikipedia.org

Terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan dan daun jati, sehingga warnanya menjadi coklat. Rasanya manis dan biasa dinikmati dengan nasi putih, ayam kampung, telur pindang, tahu, sambal goreng krecek dan disiram kuah santan kental (areh) yang gurih. Rekomendasi : Gudeg Yu Djum, Jl. Kaliurang Km 4,5 dan Jl. Wijilan 31, Jogjakarta.

Sate Klatak

Photo by sateklatak.kotajogja.com

Terbuat dari daging kambing yang dipotong cukup besar, ditusuk di jeruji besi sepeda dan dibakar. Rasanya sedikit garing, gurih dan disuguhkan bukan dengan sambal kecap namun dengan semangkok kuah gulai. Biasanya 1 porsi sate Klatak terdiri dari 2 tusuk sate saja. Rekomendasi : Sate Klatak Pak Pong, Jl. Imogiri Timur, Bantul.

Semarang

Kota yang merupakan ibukota provinsi Jawa Tengah ini adalah kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia, setelah Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan. Semarang memiliki 2 kawasan, yaitu kota bawah yang terletak sekitar 4 kilometer dari garis pantai; dan kota atas yang merupakan dataran tinggi. Jika berkunjung ke kota yang dipengaruhi oleh budaya Cina ini, Anda wajib mencicipi makanan berikut :

Lumpia Semarang

Photo by lumpiasemarang.wikipedia.org

Bentuknya seperti dadar gulung. Kulitnya terbuat dari terigu yang kemudian diisi dengan rebung, telur, daging ayam atau udang. Ada yang basah (tidak digoreng) dan ada yang kering (digoreng). Diperkenalkan oleh seorang keturunan Cina dan mulai dijajakan pada pesta olah raga GANEFO jaman pemerintahan presiden Soekarno. Rekomendasi : Lumpia Semarang Gang Lombok 11, Semarang (warung lumpia tertua di Semarang).

Tahu Pong

Photo by tahupong.liniberita.com

Makanan ini sangat sederhana. Tahu goreng yang bagian dalamnya kosong, sehingga saat digigit terasa renyah. Disajikannya pun hanya dengan acar mentimun dan bumbu kecap. Meski demikian tetap nikmat dan diminati banyak orang. Rekomendasi : Tahu Pong Gajah Mada, Jl. Gajah Mada No. 63B, Semarang.

Cirebon

Kota yang terletak di jalur Pantura ini merupakan kota penghubung antara Jawa Barat dan Jawa Tengah. Dijuluki “Kota Udang”, karena udang adalah salah satu hasil pertanian kota tersebut, Cirebon juga sarat akan budaya. Tari Topeng dan batik Cirebon adalah dua atraksi yang terkenal dari kota yang penduduknya menggunakan dua bahasa itu, yaitu bahasa Sunda dan bahasa Jawa. Berikut ini adalah makanan yang wajib dicicipi para wisatawan yang berkunjung ke Cirebon :

Empal Asem

Photo by empalasem.iklancirebon.com

Sekilas makanan khas Cirebon ini tampak seperti soto pada umumnya. Terdiri dari potongan daging sapi (empal), tomat, daun bawang, dan belimbing wuluh, empal asem memiliki cita rasa yang menyegarkan. Kuah panas yang bening dan taburan bawang goreng membuat empal asem sangat menggugah selera. Biasa dinikmati dengan nasi putih dan sambal hijau. Rekomendasi : Rumah Makan Amarta, Jl. H. Juanda (Jl. Raya Plered), Batembat, Cirebon, yang merupakan pelopor empal asem.

Nasi Jamblang

Nasi Jamblang adalah nasi campur atau nasi rames khas Cirebon. Dinamakan demikian karena berasal dari desa Jamblang di Cirebon. Sekepal nasi putih dibungkus dengan daun jati, kemudian disuguhkan bersama lauk yang dipilih sendiri oleh pembeli. Lauk yang ditawarkan biasanya berupa aneka sayuran, tahu tempe goreng, perkedel, aneka pepes, rendang, sambal goreng, dan masih banyak lagi. Rekomendasi : Nasi Jamblang Mang Dull, Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo No. 4, Gunung Sari, Cirebon (konon berdiri sejak tahun 1970an).

Beri komentar:

Email anda tidak akan ditampilkan. Kotak dengan tanda (*) wajib diisi

*